“Pesantren punya potensi strategis untuk menjadi pusat kemandirian pangan berbasis komunitas. Melalui pemanfaatan nanofertilizer dari biomassa lokal, kami ingin menciptakan model Edu-Farm yang berkelanjutan,” jelas Prof. Maulidiyah, Senin (3/11/2025).

Nanofertilizer yang dikembangkan tim UHO menggunakan limbah biomassa lokal yang dimodifikasi dengan TiO?. Teknologi ini meningkatkan penyerapan unsur hara oleh tanaman, sehingga hasil pertanian lebih optimal tanpa merusak lingkungan. Inovasi ini juga memperkenalkan konsep pertanian modern kepada santri yang sebelumnya lebih mengenal metode konvensional.

Pimpinan Pesantren Tahfidzul Qur’an Konda menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, penerapan nanoteknologi di pertanian membuka wawasan baru bagi santri dan masyarakat sekitar.  

Baca Juga: Tanah Tebing Ambruk Tewaskan Sopir Truk di Kendari

“Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa teknologi juga bisa diterapkan dalam pertanian pesantren. Semoga program seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.