Sementara itu, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Muna, La Ode Anwar Agigi menerangkan, bila Bumi Sowite cocok dengan tanaman kopi. Muna dahulu sudah terkenal dengan kopinya. Karena itu, pemkab mencangakan program penanaman kembali untuk mengangkat kejayaan kopi (Kahawa).
Untuk desa-desa yang mengadakan bibit kopi, harus ada calon petani dan calon lokasi (CPCL). Nah, CPCL itu menjadi dasar untuk pengadaan berapa banyak bibit dan luasan lahan yang akan ditanami.
Baca Juga: 6 Bakal Calon DPD RI Asal Jawa Timur Lolos Syarat Verifikasi Faktual Dukungan
"CPCL itu disusun oleh petani dan penyuluh lalu diserahkan di desa untuk proses pengadaan bibit yang disesuaikan dengan kondisi keuangan desa," ungkapnya.
Terkait pengadaan bibit kopi, ia memastikan barangnya ada. Karena, tidak mungkin dilakukan pembayaran, bila tidak ada serah terima dan pemeriksaan barang.
