Baca Juga: Soal Tanah Nanga Banda, Pemda Kuat Secara Undang-Undang dan Pengakuan

Mengingat puskesmas adalah garda terdepan pemberi pelayanan kesehatan pada masyarakat,  maka ia menegaskan, tidak boleh ada yang coba bermain-main apalagi sampai mencari keuntungan dalam pengadaan obat.

Sehingga ia ingin mendapatkan gambaran utuh bagaimana manajemen pengadaan obat yang ada di Muna Barat, sebab selalu ada obat yang sisa di akhir tahun. Ini artinya tidak disusun sesuai kebutuhan, di mana ada beberapa obat yang tidak terpakai oleh masyarakat.

Selain berbagai jenis obat-obatan ditemukan telah kadaluwarsa, ada juga jenis obat yang sama. Salah satunya adalah jenis obat amoxiccilin trihydrate sirup. Ini membuat Bahri heran dengan proses distribusi obat ke puskesmas-puskesmas yang sudah menjelang masa kadaluwarsa.

“Saya juga mengecek, 40 obat yang mestinya ada di puskesmas, tidak semuanya ada. Padahal obat itu wajib ada di puskesmas, seperti paracetamol,” pungkasnya.