"Iya, saat kami interogasi, keduanya tamatan SMP dan SMA. Sampai saat ini, kami masih menelusuri sejumlah korban yang telah mengalami kerugian," tuturnya.

Modus yang dilakukan keduanya yaitu merayu akan memberikan pinjaman dengan jumlah yang besar. Namun, pinjaman akan dicairkan setelah korban melakukan pembayaran administrasinya.

"Akan tetapi, setelah korban membayar administrasi, pelaku langsung memblokir nomor korbannya dan memutus komunikasi dengan korbannya. Lalu pelaku mencari korban lainnya dengan cara yang sama," ungkapnya.

Baca Juga: Diperkosa Sopir Angkot, Pelajar SMP Ini Hamil 3 Bulan

Cara mencari korbannya, pelaku melakukan acak nomor handphone. Kemudian mereka mengirim pesan singkat melalui SMS atau aplikasi Whatsapp.