“Kami memang memiliki keyakinan yang berbeda, tapi itu tidak pernah menjadi masalah bagi kami,” kata Anggun, Senin (29/4/2024).

“Kami belajar satu sama lain, menghormati keyakinan masing-masing, dan lebih fokus pada persahabatan dan kesetiaan," tambahnya.

Persahabatan mereka bahkan menjadi sarana untuk belajar tentang toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.

Baca Juga: DPRD Sulawesi Tenggara Gelar Paripurna Pelaporan LKPJ Pemprov 2023

Guru-guru di SMP Oikumene tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menginspirasi siswa untuk menjadi warga dunia yang bertoleransi dan terbuka.