Situasi tersebut, memungkinkan akan terjadi kembali. Rencana Jokowi menduetkan kembali Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2029 mendatang, diyakini tidak menarik bagi publik maupun bagi partai-partai politik lainnya.
Baca Juga: Korupsi Kronis Kepala Daerah
Tetapi, diprediksi komunikasi politik yang kurang cermat dari Ahmad Ali sebagai ketua harian PSI akan kembali terulang. Sebab Ahmad Ali diyakini menginginkan PSI mengajukan Gibran dengan berhadapan terhadap Prabowo.
Ahmad Ali lebih memikirkan politik pragmatis, agar PSI punya greget ketika berbicara di publik karena punya calon presiden, sehingga diharapkan popularitas dan elektabilitas PSI akan meningkat.
Tetapi berbeda dengan Jokowi yang menyadari bahwa Gibran pada Pilpres 2029 mendatang akan begitu sulit kans-nya untuk diusung dan menang, karena persoalan “cacat etika” saat proses pencalonan sebagai wakil presiden menuju Pilpres 2024 kemarin.
