Begitu dalam nan menyentuh. Larik sastra itu tertenun apik dalam lirik yang lahir dari petik dawai gitarnya. Berselimut utuh dengan suara khasnya yang seolah terpotong di akhinya.

Dalam lagu berita kepada kawan pun, Ebiet menuliskan sastra juga nampak yang dalam. Kawan coba dengar apa jawabnya//ketika ia kutanya mengapa//bapak ibunya telah lama mati//ditelan bencana tanah ini.

Ebiet piawai menenun kata demi kata. Melakukan refleksi ke dalam diri, menggugah rasa. Mencerap daya komunikasi dari apa yang dilihatnya.

Ia menekankan, apa-apa di alam ini punya daya komunikasi. Segala sesuatu sesungguhnya mengetuk-ngetuk sadar dan refleksi manusia. Tergambar dalam larik selanjutnya, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

Baca juga: Pilkades Gumanano: Cermin Berdemokrasi dari Aras Lokal