Kawasan tersebut memiliki kegiatan industri yang terintegrasi dengan produk utama berupa nikel, baja nirkarat, baja karbon, serta bahan baku baterai kendaraan listrik atau electric vehicle.

Kawasan Industri IMIP merupakan hasil kerja sama Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Steel Group dari China.

Baca Juga: Sawit hingga Nikel Bakal Punya Bursa Sendiri, Pemerintah Siapkan Icomex Mulai 2027

Struktur kepemilikan IMIP didominasi Shanghai Decent Investment Group dengan porsi 49,69 persen. PT Sulawesi Mining Investment atau SMI memiliki 25 persen saham, sedangkan PT Bintang Delapan Investama menguasai 25,31 persen.

Sejak awal pengembangan proyek industri nikel tersebut, nilai investasi di kawasan IMIP telah mencapai US$7,1 miliar.