Sebaliknya, kemarau malah membawa keberuntungan bagi para petani padi sawah disebabkan hama padi tidak berkembang biak dan merusak tanaman padi warga.

Baca Juga: Dampak El Nino, Petani Baubau Raup Keuntungan dari Kenaikan Harga Beras

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanghorti) Kolaka Utara, Ronaldi menuturkan, kemarau yang mulai terjadi di bulan Agustus hingga saat ini tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah di Kolaka Utara.

Bahkan laporan penyuluh pertanian, produksi gabah petani yang beberapa minggu lalu menggelar panen raya di Ranteangin dan Pakue Tengah, meningkat begitu pun petani yang panen bulan September lalu.

"Produksi padi petani tahun lalu hanya 6 ton per hektare, sekarang naik 6,5 ton," terangnya, Sabtu (28/10/2023).