Sementara itu, dari Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, yang menjabat sebagai Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, mengaku terkejut dengan dinamika politik yang terjadi di internal Partai Golkar.

Menurutnya, keputusan Airlangga untuk mundur sudah dipertimbangkan dengan matang dan merupakan pilihan politik yang harus dihormati.

“Sebagai partai politik mitra koalisi tentu kami terkejut dengan dinamika politik yang terjadi di internal Partai Golkar,” kata Kamhar.

Senada dengan Demokrat, PAN juga menghormati keputusan Airlangga untuk mundur dari kursi Ketua Umum Golkar. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa apapun hasil dari dinamika internal Partai Golkar harus dihormati oleh partai lain, terutama oleh anggota KIM.

Baca Juga: Sejarah dan Deretan Pimpinan Tertinggi Golkar Sebelum Airlangga Hartarto