Bayangkan sebuah spreadsheet yang diduplikasi ribuan kali di sebuah jaringan komputer. Jaringan ini diciptakan untuk secara rutin memperbarui spreadsheet tersebut dan dapat diakses oleh setiap individu. Setiap individu yang tergabung dalam jaringan blockchain memiliki rekapitulasi seluruh aktivitas yang terjadi dan menyetujui setiap aktivitas baru dalam blockchain tersebut.
Sebuah analogi yang juga populer: blockchain serupa dengan Google Docs. Sebelum adanya Google Docs, kita harus mengirimkan file Microsoft Word, menunggu revisinya selesai, dan menerimanya kembali via email. Kita harus menunggu file tersebut dikirimkan kembali untuk dapat melihat perubahan apa saja yang telah dilakukan.
Begitu pula database umumnya bekerja saat ini, terutama saat kamu ingin mentransfer uang dari satu bank ke bank lainnya. Bank A akan mengunci akses sementara saat uang ditransfer, lalu akses akan dibuka kembali saat saldo Bank A dan Bank B sudah tersinkronisasi. Dengan blockhain, sebuah transaksi dapat diakses langsung oleh kedua bank sehingga mempermudah koordinasi dan validasi karena hanya ada satu versi database yang dipakai, bukan dua database terpisah.
Contoh Blockchain
Walmart dan IBM bekerjasama mengimplementasi teknologi blockchain untuk menjamin keamanan produk makanan. Dengan blockchain, pabrik, distributor dan retailer dapat mengetahui dimana, oleh siapa, dan bagaimana sebuah mangga diproduksi hanya dalam waktu 2 detik sehingga dapat meminimalisir kualitas makanan yang tidak sesuai standar.
