Baca juga: Tolak TKA China, Anggota DPR RI Minta Tenaga Lokal Diprioritaskan

”Orientasi utama kebijakan pemulihan ekonomi lokal adalah menjaga penyerapan tenaga kerja. Termasuk UMKM-UMKM harus terus dilibatkan dalam penggunaan belanja pemerintah. Perlu juga stimulus sesuai potensi ekonomi lokal, entah itu yang menyasar petani, pelaku wisata, nelayan, dan sebagainya,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mesti melakukan pemetaan terhadap portofolio dunia usaha dalam menghadapi COVID-19. Pemetaan tersebut dilakukan dengan melakukan klasifikasi dunia usaha seperti mengelompokkan BUMD yang perlu segera ditangani, BUMD yang menjadi penunjang, dan BUMD yang masih perlu bertahan.

“Dengan komposisi seperti ini dan sinergitas diharapkan BUMD akan tetap survive menghadapi COVID-19 ini,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut pengusaha yang juga politisi Partai Golkar ini, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) turut memiliki tugas untuk menjalankan fungsi intermediasi. Dalam hal ini untuk mendorong bergeraknya sektor usaha yang tengah mengalami kesulitan dari sisi keuangan.