Namun ia menegaskan bahwa AI bukan ancaman, justru menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi.

“Kita harus bersahabat dengan AI. Pelajari teknisnya, tools-nya. AI itu bukan menggantikan kita, tapi orang yang memakai AI yang menggantikan kita,” jelasnya.

Dalam penyampaian materinya, Zulqifli mendorong mahasiswa untuk terus bereksperimen dengan teknologi. Ia menyebut bahwa berbagai platform AI saat ini bisa diakses secara mudah dan dapat menjadi alat bantu brainstorming yang efektif.

“Saya selalu bilang, silakan dicoba terus, direset terus. AI itu banyak sekali jenisnya. Ada ChatGPT, Gemini, dan lain-lain. Jadikan kebiasaan. Kalau ada masalah, biasakan brainstorming,” ungkapnya.

Baca Juga: Wali Kota Kendari Target Stunting Nol Persen, Libatkan OPD dan Lurah Laporkan Tiap Senin