FLORES TIMUR, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur memperketat pintu masuk darat maupun pelabuhan laut untuk mencegah penyebaran virus babi yang dikenal dengan sebutan African Swine Fever (ASF).
Perketat pintu masuk itu dilakukan dengan cara menyiagakan petugas untuk memantau atau memeriksa lalu lintas ternak, maupun produk turunan berbahan daging babi.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, Sebast Sina Kleden menjelaskan, petugas dikerahkan untuk melakukan pengawasan di sejumlah titik seperti di wilayah perbatasan darat dengan Kabupaten Sikka di Boru dan di wilayah utara di Desa Adabang.
Baca Juga: Tangkap Penyu, Nelayan di Flores Timur Diamankan
Selain itu pengawasan di pintu masuk melalui jalur laut yaitu di Pelabuhan Ferry Waibalun, Pelabuhan Kota Larantuka, di daratan Larantuka, Pelabuhan Waiwerang, Pelabuhan Boleng, Pelabuhan Ferry Deri di Pulau Adonara, dan Pelabuhan Menanga di Pulau Solor.
