Berdasarkan hasil laporan peternak lokal, kata dia, sumber virus yang menyerang babi sekarang adalah ternak bantuan pemerintah pusat melalui Balai Pembibitan Ternak Denpasar Bali yang disalurkan pada Desember 2022 sebanyak 50 ekor.
Bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok di Kelurahan Lohayong dan Kelurahan Pukentobi Wangin Bao.
Baca Juga: Merasa Tak Adil, PGRI Flores Timur Surati Jokowi Minta Tambah Kuota PPPK 2021
"Ternak babi yang mati adalah babi bantuan itu. Ini telah dibuktikan dari hasil uji laboratorium terhadap sampel darah babi mati yang kami kirim untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner Denpasar Bali dan hasilnya positif ASF," katanya.
Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melaporkan sebanyak 233 ekor babi di provinsinya mati mendadak selama periode Desember 2022 hingga Januari 2023.
