Baca Juga: MK Tolak Sengketa PHPU Pilkada Buton Tengah

Mahasiswa turut serta dalam proses budidaya ini, mulai dari pemberian pakan, pengaturan kualitas air, hingga menjaga keamanan kolam.

“Ini adalah kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Mereka yang terlibat langsung, mulai dari pagi hingga sore hari,” kata Asriyana.

Panen perdana dilakukan setelah sekitar tiga bulan pemeliharaan. Meskipun ada tingkat mortalitas sekitar 5-10 persen, sekitar 725 ekor ikan nila berhasil dipanen dan langsung dibeli oleh konsumen melalui media sosial dan grup lapak fakultas.

Program ini juga berfokus pada pembelajaran yang lebih mendalam terkait dengan teknologi hasil perikanan, seperti uji proksimat untuk mengetahui kandungan gizi ikan yang dihasilkan, dan pengembangan agribisnis perikanan yang akan memperjelas rantai pasok dan proses bisnis.