KENDARI, TELISIK.ID – Frambusia, penyakit kulit menular yang lama dianggap terkendali, kembali menjadi sorotan di Indonesia. Negara ini menduduki peringkat ketiga di dunia setelah India dan Nepal dalam hal prevalensi penyakit ini.

Yeny Intarti, dari tim kerja Neglected Tropical Diseases (NTD) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), mengungkapkan bahwa kurangnya kebersihan dan akses terhadap air bersih adalah faktor utama penyebaran frambusia.

“Frambusia sangat terkait dengan kebersihan. Di daerah yang sulit mengakses air bersih, risiko tertular sangat tinggi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Kendari, Rabu (16/10/2024).

Kasus frambusia paling banyak ditemukan di wilayah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Maluku. Di Kota Kendari, Yeny menyatakan bahwa tidak ada kasus frambusia, meskipun ada beberapa orang yang dicurigai namun bukan penderita.

Baca Juga: Dituding Gelembungkan Anggaran Gerbang Kendari - Toronipa, Kadis SDA Bina Marga Siapkan Data Lengkap