Sedangkan, Presiden Jokowi ditenggarai mengendorse Ganjar Pranowo dengan berkomunikasi politik melalui klue-klue yang ia sampaikan, karena kepentingan “perahu besar” relawan Jokowi. Sebelumnya, Presiden Jokowi telah melakukan tindakan yang malah sedikit membuat riuh-rendah relawan-relawannya sehingga ada yang disinyalir melabuhkan dukungannya kepada Prabowo Subianto.
Ini terjadi karena Presiden Jokowi ketika menghadiri acara ulang tahun dari Partai Perindo, saat itu Jokowi menyatakan, kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo.
Jokowi ditenggarai tentunya lebih memilih kawannya dari kader PDIP dibandingkan mengusung sosok lain dari partai lain. Jokowi diyakini pernyataannya hanya sekadar rasa hormat dan menghargai Prabowo Subianto yang merupakan pembantunya di kementerian negara sebagai Menteri Pertahanan.
Jokowi menyadari tidak mungkin ia akan membiarkan partai lain lebih tinggi perolehan suara ke depannya dibandingkan partainya sendiri yakni PDIP. Sehingga, dalam rangka merekatkan kembali para relawan-relawan Jokowi, maka klue-klue disebutkan yang memang mengarah kepada Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Menelisik Makna Pertemuan Anies dan Gibran
