Penyerangan untuk mengambil alih kantor PDI itu mengakibatkan jatuhnya beberapa korban. Komnas HAM mencatat 5 orang tewas, 149 luka-luka, 23 orang hilang, dan 124 orang ditahan. Sebanyak 22 bangunan terbakar dan 91 kendaraan bermotor hangus.
Hasto pun berharap peristiwa penyerangan yang berupaya merusak tatanan berdemokrasi dan melanggar konstitusi tidak terulang. Dia juga meminta rakyat tidak diperlakukan semena-mena.
“Kita tidak bisa diperlakukan sembarangan seakan-akan kita bukan warga negara Indonesia, seakan-akan kita bukan pemilik Republik Indonesia,” tegasnya.
Peringatan Kudatuli di kantor DPP PDIP diwarnai tabur bunga, pembacaan puisi karya Wiji Tukul, dan aksi teatrikal mengenang peristiwa yang terjadi pada 28 tahun lalu di kantor tersebut.
Baca Juga: Izin Praktek RS-Dokter Terlibat Mendongkrak Jumlah Tagihan JKN Bakal Dicabut
