KENDARI, TELISIK.ID - Proses mediasi terkait ganti rugi pembebasan lahan perluasan Bandara Haluoleo Kendari yang berada di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan tuai protes dari warga.

Musyawarah yang digelar di Kota Kendari itu pun berjalan alot. Pasalnya, harga yang ditawarkan ke warga sebagai ganti rugi sebesar Rp 40 ribu per meter. Warga pun menilai jika ganti rugi tersebut sungguh tak manusiawi.

Lahan yang akan diganti rugi oleh pihak Pemprov Sulawesi Tenggara ini menuai kritikan tajam dari beberapa warga. Banyak warga memprotes nominal uang yang ditawarkan oleh pihak Staf Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), Afrizal.

Baca Juga: Partisipasi Perempuan dalam Politik Masih Sangat Minim

Afrizal sendiri menyebut, harga tersebut berdasarkan data-data yang tersedia. Ia juga menyesuaikan harga berdasarkan kondisi di lapangan dan data terbaru saat ini.