"Jadi kami (Bank Indonesia) melalukan pendampingan yang dilakukan secara intensif, diharapkan kelompok tani mampu naik kelas menjadi klaster ketahanan pangan yang mandiri dan dapat bermanfaat bagi kelompok tani lainnya," tambahnya.
Klaster Padi Gapoktan Harapan ini telah berlangsung sejak Juni 2022. Pada 2022, program yang dilaksanakan yaitu Demplot budidaya padi dengan Good Agricultural Practices (GAP) seluas 5 hektare yang terdiri dari 4 hektare perlakuan non organik dan 1 hektare perlakuan organik yang dilaksanakan pada Oktober 2022 hingga Februari 2023.
"Pada program Demplot GAP budidaya padi tersebut diperoleh produktivitas rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 7,5 ton per hektare berdasarkan pengubinan dari BPS Serdang Bedagai. Hasil ini meningkat sekitar 25% di bandingkan produktivitas sebelumnya yang hanya 6 ton per hektarenya," tuturnya.
Untuk mencapai kapasitas produksi beras yang lebih maksimal diperlukan mesin dryer, karena luasnya lahan Gapoktan Harapan yang mencapai 465 hektare penggunaan lantai jemur menjadi tidak efisien karena berpotensi mengurangi jumlah lahan tanam.
