Fawait mengatakan dengan fakta-fakta tersebut, maka pihaknya mendorong agar majelis taklim, majelis dzikir dan sholawat diperbanyak untuk membantu pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk pengentasan kemiskinan.

"Tentunya Pemprov juga harus membantu menyambungkan dengan pihak perbankan juga dalam hal permodalan agar perekonomian masyarakat bisa hidup setelah adanya pelatihan-pelatihan tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Beraksi di Tujuh Lokasi Surabaya Dua Terduga Curanmor Dibekuk

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur melaporkan terkait angka kemiskinan. Tercatat, angka kemiskinan per September 2022 meningkat di angka 10,49 persen atau meningkat 0,11 persen poin terhadap Maret 2022.

Statistisi Ahli Madya-Fungsi Statistik Distribusi BPS Jawa Timur, Umar Sjaifudin menyebutkan, beberapa komoditi yang memberikan sumbangan besar terhadap garis kemiskinan beserta kontribusinya per September 2022.