Meski seharusnya tidak lolos seleksi, Adhi tetap diterima karena ada atensi khusus dari Budi Arie. Setelah diterima, Adhi bekerja sama dengan Zulkarnaen dan Muhijran untuk menjalankan praktik perlindungan situs judi online.
Mereka bertemu secara rutin, termasuk di Kafe Pergrams Senopati, guna membahas pembagian uang dan tarif perlindungan situs.
“Praktik penjagaan website perjudian online di Kemenkominfo dan tarif sebesar Rp8.000.000 per website,” tutur jaksa.
Pada 19 April 2024, Adhi Kismanto mendapatkan informasi bahwa Budi Arie meminta agar aktivitas penjagaan situs tidak lagi dilakukan di lantai 3 kantor Kominfo.
Baca Juga: Polda Sultra Ajukan Pemblokiran 1.197 Situs Judi Online ke Komdigi
