"Saat marah, ia sempat pulang mengambil Alquran di rumahnya. Kemudian, dia kembali ke warga yang berkumpul dan melemparkannya Alquran. Ini yang kami sangat sayangkan, kenapa harus Alquran yang dilemparkan," ucap Guntur.

Menurut Guntur, atas kekeliruan pelaku telah melempar kitab suci Alquran sehingga kasus ini berbuntut panjang. Ia terpaksa berurusan hukum. Namun, terkait kejiwaan dan alasan pelaku mengaku sebagai Yahudi, ini masih akan didalami.

Baca juga: Tamat SMP Usia 30 Tahun, Pengamat Yakin Ijazah Bupati Busel Palsu

Karena pelaku mengakui, jika ia melempar Alquran itu karena kesal ke sekelompok warga yang kerap main Domino.

"Itulah kita tidak tahu apa latar belakangnya, sehingga ia berteriak bahwa saya adalah Yahudi. Padahal dia adalah Islam murni dan salah satu tokoh di lingkungan itu. Intinya sebenarnya, jika kalau berdasarkan keterangannya, tujuan dia ini agar masyarakat yang mengganggu itu supaya tidak berkerumun dan main gaplek," katanya.