Direktur Scripps Research Translational Institute di California, Eric Topol, menyatakan bahwa varian XEC "baru saja dimulai" dan akan menciptakan lonjakan kasus baru. "XEC pasti akan mengambil alih," ujar Topol, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (19/9/2024).

Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bisa Bekukan Darah

Namun, dia menambahkan bahwa butuh waktu berminggu-minggu hingga beberapa bulan sebelum varian ini benar-benar mendominasi.

“Butuh waktu berbulan-bulan untuk mencapai tingkat tinggi,” sambungnya.

Selain penyebaran cepat, varian XEC memiliki gejala yang cukup mirip dengan flu atau pilek biasa. Hal ini dapat membuat banyak orang lengah, karena mereka mungkin mengira bahwa mereka hanya mengalami flu biasa.