Kegiatan itu juga memperkenalkan tenun khas daerah pada masing-masing kepala sekolah yang kedepannya diharapkan kegiatan ini sendiri, bisa menjadi salah satu kegiatan rutin yang bakal diadakan oleh Dikbud Sulawesi Tenggara dan pakaian khas Sulawesi Tenggara bisa mendunia.
Baca Juga: Massa Minta Kejati Sulawesi Tenggara Periksa PT GKP Dugaan Penambangan Ilegal
"Dalam kegiatan ini pakaian khas Sulawesi Tenggara diharapkan adanya kolaborasi pakaian khas daerah, baik itu acara formal hingga acara pernikahan, pakaian adat tetap digunakan," tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Yusmin sangat mengapresiasi langkah yang digagas oleh DWP untuk memperkenalkan kain tenun Sulawesi Tenggara, bahkan dijadikan ajang lomba dalam fashion show sambut kemerdekaan.
Diknas Sulawesi Tenggara akan terus mensuport DWP dalam melestarikan budaya yang ada di Sulawesi Tenggara, baik itu tenun, tarian maupun budaya khas lainnya yang ada di Bumi Anoa. Kegiatan ini digelar selama dua hari yakni Minggu dan Senin (14/8/2023). (B)
