Secara umum, mungkin realitas metaverse bagi genarasi X dan generasi Y, apalagi generasi Baby Bommers, adalah sesuatu yang mungkin belum tergambarkan secara utuh, apalagi untuk memahaminya.

Namun, tidak demikian bagi generasi Z atau GenZ, yaitu generasi yang lahir di era Internet dan sekitar abad ke-21, antara 1995 dan 2010, dan generasi Alfa atau Genalfa adalah generasi yang lahir di era ponsel cerdas, setelah tahun 2010, bahwa realitas era Metaverse bukanlah sesuatu yang luar biasa.

Generasi GenZ dan Genalfa, adalah generasi yang produktif yang sudah terbiasa bermain menggunakan Roblox yang di ciptakan oleh Erik Cassel dan David Baszucki, yang merupakan perwujudan baru tempat para penggunanya bermain game, di mana dalam permainan game mereka berinteraksi sosial, melakukan jual-beli, menghadiri konser, menjelajah berbagai tempat, dan pelbagai kegiatan lainnya.

Baca Juga: Kesetrum Tarif Listrik, Kado Pahit Kebijakan Kapitalisme di Tahun 2022

Dengan mempersatukan kaidah-kaidah aplikasi komputer atau smartphone, menurut Baszucki, Roblox merupakan tempat pelarian orang-orang dari dunia fisik ke dunia digital untuk memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan imajinatif, cukup dengan cara mereka terlebih dahulu mengubah bentuk dari tubuh fisik manusia menjadi avatar.