“Kalau dikembangkan lebih baik, ini bisa menjadi sumber PAD yang potensial,” kata Mutalib.

Namun, ia mengakui masih ada kendala, terutama keterbatasan alat praktik seperti peralatan laboratorium dan manikin yang harus disewa dari luar daerah dengan biaya cukup besar.

Dari sisi kinerja, Mutalib menyebut pendapatan Bapelkes terus mengalami peningkatan sejak 2023. Dari sekitar Rp 160 juta pada 2022, naik menjadi Rp 230 juta pada 2023, lalu melonjak hingga Rp 780 juta pada 2024.

Baca Juga: Bapelkes Sultra Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan Tangani Korban TPPO dan Kekerasan Anak

Sementara pada 2025, pendapatan berada di kisaran Rp 500–600 juta akibat kebijakan efisiensi dan terbukanya peluang bagi lembaga pelatihan lain.