Kemenkes juga berkoordinasi dengan Dinas Peternakan untuk penanggulangan pada hewan penular rabies.
Syahril juga memastikan stok atau ketersediaan VAR dan SAR di Nusa Tenggara Timur masih cukup. Stok VAR di pusat, kata dia, tercatat masih tersedia sebanyak 17.990 vial dan SAR sebanyak 100 vial.
"SAR diberikan kepada korban yang mengalami gigitan dengan luka risiko tinggi. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan pasif dalam rentang sepekan pertama lantaran pada masa itu belum terbentuk imunitas terhadap virus rabies," kata dia.
Baca Juga: Kasus Rabies di Sikka Nusa Tenggara Timur Luar Biasa, Bupati: Cuci Luka Pakai Sabun
Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi mengirimkan 10 ribu dosis serum antirabies. Serum itu diperlukan untuk menangani KLB rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
