"Lebih banyak pasangan juga menunda memiliki anak atau memiliki lebih sedikit anak," katanya.

"Hal ini sejalan dengan tren masyarakat global jangka panjang. Itu juga terjadi karena orang-orang di Singapura hidup lebih lama," sambungnya.

Di Singapura, angka harapan hidup saat lahir meningkat menjadi lebih dari 83 tahun saat ini. Selain itu, Singapura menemukan tantangan yang semakin besar untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi karena tenaga kerja penduduk tumbuh lebih lambat.

"Ketika ukuran keluarga menyusut, kebutuhan akan perawatan juga akan meningkat," ungkap dia.

Baca Juga: Dilanda Resesi Seks, Pemerintah Jepang Berusaha Jodohkan Warga