Mengatur operasional keraton, mau tak mau GKR Condrokirono masuk ke ranah politik, seperti mengikuti pembahasan draft Undang-undang Keistimewaan.

Kehangatan sang ayah melekat padanya lewat kegiatan merawat tanaman bersama. Sementara, ketegasan dan keadilan sang ibu tercermin dari ketidakseganan beliau untuk membiarkan anak-anaknya menanggung konsekuensi kesalahan mereka.

Baca juga: Bupati Busel Lapor Wartawan, IJTI Sultra: Polisi Harus Dorong ke Dewan Pers

Di luar keraton, GKR Condrokirono aktif berkiprah dalam bidang perlindungan perempuan dan anak-anak.

Perempuan yang memiliki hobi kuliner ini menjabat sebagai Direktur LSM Rekso Dyah Utami dan pengawas di Lembaga Perlindungan Anak. Selain itu, juga membantu rekan-rekannya mengurusi anak-anak terlantar dan korban kekerasan.