Baca Juga: Jokowi Mulai Cemas pada Grab-Gojek, Ini Daftar Negara Sudah Stop Operasinya

Namun, pihak GoTo melalui Sekretaris Perusahaan, RA Koesoemohadiani, menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan dengan pihak manapun untuk melakukan transaksi merger.

Ia juga menyatakan bahwa berita serupa telah beredar beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir dan hanya berdasarkan spekulasi.

Sebelumnya, pada Februari 2024, rumor serupa juga muncul, namun dibantah oleh kedua belah pihak.

Kini, dengan munculnya kembali kabar ini, pasar menantikan perkembangan lebih lanjut terkait potensi akuisisi antara dua raksasa teknologi Asia Tenggara tersebut.