Baca Juga: Greysia dan Apriyani Bertarung di Final Hari Ini Dihantui Catatan Buruk
Baca Juga: Buntut dari Kasus Tes Doping, Sprinter Belarusia Ditangani Kepolisian Jepang
Euforia kemenangan Greysia dan Apriyani itu juga dirasakan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), yang ikut bahagia menyaksikan pasangan ganda putri Indonesia meraih mendali emas.
Masyarakat Sultra patut berbangga diri. Pasalnya, Apriyani merupakan putri asal Lawulo, Konawe, Sulawesi Tenggara, anak dari pasangan Ameruddin dan Sitti Jauhar (almarhumah), yang lahir pada 29 April 1998.
"Selamat Teha Apriani Rahayu. Putri asal Sulawesi Tenggara - Konawe. Berkat teknik rahasia 3M-nya tanta pode yakni : Mondambelo, Mosolori dengan Monggoe kamu kasih menganga itu sepupumu yang bela china," ungkap, akun Facebook Megalestari.
