"Saya ingat betul perjuangan pembentukan Kabupaten Bombana saat ini, tidak mudah, mulai perselisihan persoalan nama, letak ibu kota dan berbagai permasalahan lainnya. Tetapi Alhamdulillah berkat semangat kita semua sehingga Bombana bisa mekar," pungkasnya.

Baca Juga: BPJN Sebut PT Asmindo Belum Ada Izin Gunakan Jalan Umum Muat Ore Nikel

Tetapi biasanya yang sering terjadi, kata ali Mazi, seperti telur mata sapi, ayam punya telur tapi sapi punya nama. Lain yang berjuang untuk pemekaran tetapi lain yang merasakan hasilnya.

Dengan bertambahnya usia Bombana, maka semakin dewasa pula, semoga masyarakat Bombana bisa memanfaatkan potensi besar yang ada untuk kemaslahatan, masyarakat jangan jadi penonton atau hanya menjadi penjaga kebun akibat tidak adanya kekompakan masyarakat, tetapi harus menjadi pelaku utama terhadap pembangunan dan pengelolaan potensi yang ada.

Untuk diketahui, pengukuhan pengurus RKM Sultra masa bakti 2021-2024 berlangsung khidmat. Kegiatan diawali penampilan tari Morengku dan Lumense yang merupakan salah satu tradisi masyarakat Bombana dalam menyambut tamu.