Menurutnya, potensi ini dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah jika dikelola dengan sistem rantai produksi dan branding yang jelas.
“Produk unggulan Sultra seperti tenunan, anyaman, nentu, dan kerajinan perak sudah memiliki pasar tersendiri. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi dan jejaring pasar,” kata Arinta.
Di bawah kepemimpinan Andi Sumangerukka, Pemprov Sultra mendorong model pembangunan ekonomi yang bertumpu pada pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Baca Juga: Ujian TKA SMA Negeri 2 Kendari Berjalan Lancar meski Sempat Gangguan Jaringan dan Padam Listrik
Pendekatan ini tidak hanya mencakup pelatihan, tetapi juga membuka kanal distribusi, kemitraan, dan penyerapan produk melalui program pemerintah.
