Selain itu, melalui fasilitasi Bank Indonesia, petani hortikultura diberangkatkan mengikuti bimbingan teknis di Enrekang, Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan memperkuat budidaya cabai dan bawang serta melihat praktik hilirisasi UMKM yang sudah berjalan.
“Kami hanya diminta menyiapkan kelompok tani potensial sesuai arahan Bapak Gubernur,” ujar Rusdin.

Dinas juga membuka Balai Benih Hortikultura Amoito sebagai pusat edukasi gratis bagi masyarakat dan pelajar yang ingin belajar budidaya hortikultura. Program ini sejalan dengan visi gubernur untuk memperluas ruang belajar dan mencetak petani milenial di Sultra.
Baca Juga: Rumah Retak dan Tanah Longsor, DPRD Ultimatum DLH Tindaki BTN Kota Praja Kendari
