Namun, kondisi balai serbaguna yang tidak memiliki pembatas di kiri dan kanan ruangannya sehingga membuat para guru khawatir akan keselamatan anak-anak yang belajar di sana.
“Balai serbaguna ini tidak memiliki pembatas, sementara lokasinya di pesisir, khawatir kalau murid terjatuh ke air. Kami akhirnya memutuskan untuk tidak mengajar selama proses rehab,” tuturnya.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Desa Tanjung Pinang, Abdul Azis, menjelaskan bahwa pemerintah desa terpaksa menonaktifkan para guru PAUD selama proses rehabilitasi gedung berlangsung.
Baca Juga: DPRD Sultra Tandatangani Rekomendasi Pencopotan Pj Bupati Busel dan Kadis Kominfo
Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan murid dan guru, mengingat kondisi gedung dan jembatan di depan PAUD yang juga masih dalam tahap perbaikan.
