Baca Juga: Jejak Amal, Derajat Abadi: Dunia Digital dan Keadilan Ilahi
Menuju satu abad kemerdekaan, kita tidak cukup hanya mengenang masa lalu atau merayakan capaian. Kita harus bertanya dengan jujur: "sudah sejauh mana kita berhijrah sebagai bangsa?" Jika kemerdekaan dahulu adalah pembebasan dari penjajahan, maka kemerdekaan hari ini adalah pembebasan dari kebodohan, kemalasan, dan krisis nilai.
Akhirnya, masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh waktu, tetapi oleh "kesadaran kolektif warganya". Jika kita mampu menghidupkan spirit hijrah dalam setiap aspek kehidupan—individu, sosial, dan nasional—maka satu abad kemerdekaan bukan sekadar angka, tetapi tonggak lahirnya peradaban yang benar-benar terang.
Sebab sejatinya, terang itu bukan sesuatu yang kita tunggu--melainkan sesuatu yang harus kita nyalakan, bersama. (*)
