Baca Juga: Optimalkan Kinerja, BKKBN Sulawesi Tenggara Perkuat Akurasi Data Keluarga Berisiko Stunting

Bulog Sulawesi Tenggara menarget stok beras yang harus tersedia per bulannya minimal 6.000 ton, sedangkan rata-rata penyaluran beras subsidi oleh pemerintah bisa menelan 2.000 ton per bulannya.

Ia melaporkan, saat ini stok beras yang ada sebanyak 11.000 ton. Dengan begitu, Mardati mengklaim stok beras akan aman sampai musim panen tahun depan di bulan Maret atau April 2023.

Sejak Januari 2022, Bulog Sulawesi Tenggara sudah menyerap 21.000 ton beras sampai semester awal 2022. Masuk di Semester kedua, Bulog menargetkan mampu menyerap 25.000 ton beras dari petani.

Mardati berharap, dengan usahanya menjaga stok pangan, pemerintah daerah dapat melakukan kebijakan pengendalian agar petani dan pengecer tidak mendistribusikan berasnya ke luar daerah.