Ia menjelaskan, harga beras dari Bulog khusus untuk wilayah Ngkari-Ngkari saat ini mencapai Rp 13.000/kg, sedangkan sebelumnya hanya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 11.000/kg.
Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karena permainan tengkulak yang kerap terjadi saat musim panen. Saat itu, harga beras bisa jatuh drastis akibat ulah oknum yang memanfaatkan situasi pasar.
Ia berharap Dinas Pertanian dapat terus mendampingi petani, baik dalam bentuk pelatihan maupun bantuan dana, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian.
Senada dengan itu, petani lain bernama Syafei, juga merasakan dampak penurunan hasil panen. Dari lahan seluas 40 are yang dikelolanya, hasil panen kali ini hanya sekitar 100 kilogram lebih.
Baca Juga: BPN Muna Barat Target Tuntaskan 20 Sertipikat Tanah Wakaf
