KENDARI, TELISIK.ID - Harga kelapa di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari mengalami lonjakan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Dari pantauan di lapangan, harga kelapa kini berada di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 12.000 per butir, naik drastis di banding harga sebelumnya yang hanya sekitar Rp 6.000 hingga Rp 7.000.

Kondisi ini membuat para pedagang dan pelaku usaha kecil merasa terjepit. Penjual santan dan pembuat kue tradisional mengaku kesulitan mempertahankan keuntungan karena tingginya biaya bahan baku.

“Biasanya pembeli mengambil 200 sampai 300 butir per hari, sekarang hanya 100 sampai 200 butir. Kalau harga terus naik, kami terpaksa ikut menaikan harga jual santan,” ujar pedagang kelapa parut di Pasar Mandonga, Agus, Rabu (30/4/2025).

Baca Juga: Wanita 22 Tahun Ngaku Dirudapaksa Oknum Brimob Saat Dirawat di Rumah Sakit Baubau

Dampaknya juga dirasakan oleh konsumen rumah tangga. Seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Pasar Anduonohu, Rina mengaku, harus mengurangi pembelian kelapa karena mahalnya harga.