Di tingkat pangkalan atau pengecer, harga kembali meningkat karena adanya biaya tambahan dalam proses distribusi. Pengecer membeli dari agen dengan harga Rp 118 ribu dan menjual ke masyarakat sebesar Rp 128 ribu per tabung. Salah satu pengecer, Masno menyebut, kenaikan harga dipengaruhi biaya operasional yang harus ditanggung.
“Saya jual harga Rp 128 ribu per tabung karena saya beli di agen itu Rp 118 ribu. Saya kasi harga begitu karena biaya bensin juga kita pergi beli di agen, saya rasa harga begitu sudah pas. Biasa kios-kios kecil kalau mereka beli di sini mereka jual lagi harga Rp 140 ribu,” jelas Masno.
Kondisi kenaikan harga ini berdampak langsung pada masyarakat. Seorang ibu rumah tangga mengaku terkejut dengan perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Ia menyebut, sebelumnya masih membeli dengan harga lebih rendah di pangkalan.
“Naiknya harga gas ini bikin kita kaget sebenarnya padahal kemarin-kemarin saya beli itu masih Rp 115 ribu di pangkalan sekarang sudah naik Rp 128 ribu. Menurut saya ini mahal ditambah lagi bahan-bahan pokok juga naik. Tapi mau bagaimana lagi kita masak pakai gas mau tidak mau harus beli,” kata seorang ibu rumah tangga, Diah (47).
Baca Juga: Penyesuaian Harga LPG 3 Kg hingga 12 Kg di Seluruh Indonesia April 2026, Berikut Rinciannya
