Baca Juga: Harga Beras di Kota Kendari Meroket Bikin Dompet Konsumen Menangis

“Saya sangat merasakan dampak kenaikan harga ini. Apalagi sebagai mahasiswa, harus benar-benar berhemat. Biasanya bisa beli beras agak banyak untuk kos, sekarang hanya bisa beli sedikit,” tutur Marwah.

Lonjakan harga pangan ini menambah daftar panjang keluhan warga. Banyak ibu rumah tangga mengaku harus pintar-pintar mengatur belanja agar kebutuhan harian tetap tercukupi. Ada yang mengganti belanja bulanan menjadi mingguan, ada pula yang mengurangi jumlah pembelian agar sesuai dengan uang di kantong.

Kenaikan harga yang terus berlanjut membuat suasana pasar berubah. Pedagang resah karena dagangan menumpuk, konsumen pun gelisah karena kebutuhan pokok semakin mahal. Harga pangan kini bukan sekadar angka, melainkan cermin beratnya beban hidup masyarakat Kendari. (A)

Penulis: Andi Makhrunnisa