"Sebelumnya harga per rak biasa dijual Rp 45.000 sampai Rp 50.000, sekarang naik tinggi bahkan bisa Rp 70.000.00, paling hanya bisa mengambil untung Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per rak," ujarnya.

Ia menyampaikan, kenaikan harga telur ayam di sejumlah pasar disebabkan karena kendala pengiriman atau transportasi, di mana stok telur ayam kebanyakan diambil dari Sulsel.

"Biasanya dikirim dari Sulsel kalau ditanya apa penyebabnya kita tidak tahu pasti juga, intinya bermacam-macam mulai dari stok telur terbatas, dari distributor juga," ucapnya.

Sementara Anti, salah satu pembeli mengeluhkan harga telur yang terus naik.

Baca Juga: Ridwansyah Taridala Berpeluang Diusulkan DPRD Jadi Pj Wali Kota Kendari