Baca Juga: Sukarno dan Nelson Mandela dalam Pidato Nur Alam

"Saya kira hebat, kita harus bangga menjadi seorang perempuan. Termasuk di Indonesia, kita juga harus bangga menjadi seorang yang berkarir di ruang publik. Dan juga bangga menjadi Ibu bagi anak-anak dan menjalankan kodrat sebagai seorang istri," jelasnya.

Terpisah, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain mengatakan, peringatan hari perempuan sedunia merupakan daya ungkit bagi perempuan untuk terus berprestasi, berinovasi dan terus belajar.

"Agar bisa menyesuaikan dengan kondisi kekinian, dan kondisi yang ada. Hanya satu kata kuncinya, memang harus mempersiapkan diri dan wawasan bagi perempuan itu sendiri," ujarnya.

Lanjut ia menyampaikan, perempuan di manapun keberadaannya, ia tetaplah seorang wanita yang fitrahnya penuh cinta dan kasih serta sanggup mengorbankan apa saja untuk menghadirkan kebermanfaatan, baik di ranah publik maupun domestik.