Sasaran klaim palsunya adalah Polsek Setia Budi, Jakarta Selatan. Di situlah Sang Ibu memainkan sandiwara bahwa ia telah kehilangan anak baputanya, sebelum mereka dijemput oleh Satreskrim Polres Lebak.

Si ibu dan suaminya, kini menjadi tersangka pembunuhan anak yang sangat mungkin mereka amat cintai. Karena kasih sayang mereka itu pula, anak itu terlahir. Tentu, mereka berharap si anak hadir di dunia dan kelak bermasa depan cerah, jauh lebih baik daripada mereka. 

KEJEMUAN berlarut-larut setidaknya selama enam bulan terakhir yang bermuara pada kejengkelan, pasti dialami oleh jutaan orangtua yang harus menanggung risiko menjadi guru pembimbing bagi anak-anak mereka yang menjalani aktivitas belajar daring dari rumah.

Teriak para orangtua mulai dari kesulitan rupiah pembeli pulsa sampai kepada sulitnya masuk kepada pembiasaan daring, bermunculan di mana-mana di seantero Tanah Air.

Baca juga: Gedung Kejagung Terbakar, Kasus Besar Apa Kabar?