Adi Maliano dalam laporannya mengungkapkan, dugaan pembohongan publik yang dilakukan oleh Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan tokoh penting Partai Gerindra, diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dalam konteks dukungan terhadap Calon Presiden Prabowo Subianto. Hashim mengklaim bahwa dukungan Golkar terhadap Prabowo didasarkan pada izin dan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo.

Namun, pernyataan tersebut telah dibantah secara tegas oleh Presiden Joko Widodo. Dua hari sebelumnya dalam keterangan resmi di Istana Negara, Presiden Jokowi menyatakan bahwa ia tidak pernah memberikan izin atau restu terkait dukungan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya netralitas seorang presiden dalam urusan pencapresan.

Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Pendukung Jokowi merasa prihatin atas pemakaian nama Presiden Jokowi yang tidak benar dalam konteks politik. Puluhan mahasiswa dari aliansi ini mengunjungi Polresta Kendari pada hari Selasa (15/8/2023) untuk melaporkan dugaan pembohongan publik yang dilakukan oleh Hashim Djojohadikusumo.

Baca Juga: Pengacara Razman Arif Nasution Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Ijazah Palsu

Aksi ini bukan semata-mata sebagai protes, tetapi juga sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang tegas. Mereka menuntut agar Hashim Djojohadikusumo meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia, serta membersihkan nama presiden dari dugaan pembohongan publik.