"Responden juga mengaku, walaupun terkadang aktivitas mereka terganggu oleh urusan keluarga, hal tersebut ditoleransi oleh pihak perusahaan dan mereka bersyukur bisa lebih sering bertemu dengan anggota keluarganya dibandingkan hari-hari biasanya sehingga family time mereka terasa lebih panjang," jelasnya.
Kata dia, pekerja merasa lebih puas dengan gaya bekerja dari rumah karena memungkinkan mereka untuk menghemat waktu dan biaya transportasi dalam melakukan pekerjaannya, menghilangkan risiko terkena COVID-19 yang mematikan dan karenanya menjadi nilai tambah bagi mereka.
Pada dasarnya mereka juga merasa bersyukur karena masih bisa memperoleh penghasilan untuk keluarganya sementara banyak pekerja lain yang tidak seberuntung mereka. Loyalitas perusahaan terhadap mereka, efisiensi kerja, kebebasan dan pendapatan menjadi faktor utama yang meningkatkan motivasi kerja mereka selama pandemi COVID-19.
Baca juga: Kendari Undercover: Penyesalan Wanita yang Termakan Rayuan Pacar hingga Lepas Keperawanan
Donny mengatakan, survei onlinenya telah berhasil dilakukan dengan random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 5 persen. Jika dilihat dari jenis kelaminnya, jumlah responden perempuan sebanyak 59,5 persen, dan responden laki-laki 40,5 persen. Dari segi usia, ada fakta menarik, lebih dari 50 persen dari total responden sebenarnya adalah pekerja muda.
