"Potensi gelombang yang ada berisiko tinggi terhadap pelayaran kapal ferry sehingga perlu diantisipasi," katanya.

Menyinggung terkait kondisi sinoptik, Agung menjelaskan umumnya angin bertiup dari arah timur ke tenggara dengan kecepatan 1-6 Skala Beaufort.

Baca Juga: Dua Bacaleg di Nusa Tenggara Timur Diduga Palsukan Dokumen, Ngaku Tak Pernah jadi Napi

Agung mengingatkan, baik pihak operator kapal maupun para nelayan di Nusa Tenggara Timur agar terus mengikuti perkembangan terkini cuaca maritim yang dipublikasikan BMKG, sebagai referensi untuk menentukan kegiatan pelayaran.

Sementara itu seorang pelaut, Kamsudin mengatakan, potensi gelombang laut setinggi 4 meter itu merupakan fenomena langka jika itu terjadi di Nusa Tenggara Timur. Untuk itu, ia tetap menyiapkan diri agar selalu waspada terhadap segala situasi.