Selain itu, laporan Dana Moneter Internasional (IMF) tahun lalu juga mengungkapkan bahwa AI berpotensi memengaruhi sekitar 40 persen pekerjaan di seluruh dunia. IMF menilai bahwa teknologi ini memiliki dampak besar terhadap berbagai sektor industri, termasuk perbankan.

Baca Juga: PT Tani Prima Makmur Dilaporkan PHK Sepihak, Direktur Operasional Siap Mundur

“Kita perlu membuat serangkaian kebijakan untuk memanfaatkan potensi besar dari kecerdasan buatan untuk keuntungan umat manusia,” kata IMF.

DBS memastikan bahwa pegawai tetap tidak akan terpengaruh oleh kebijakan ini. Sebagai langkah antisipasi, bank ini telah menjalankan program pelatihan ulang bagi ribuan stafnya agar mereka dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kami telah mengidentifikasi sekitar 13 ribu staf untuk peningkatan keterampilan atau pelatihan ulang hingga saat ini, lebih dari 10 ribu staf telah memulai peta jalan pembelajaran masing-masing, termasuk keterampilan dalam kecerdasan buatan dan data,” kata DBS. (C)